Jenis-jenis E-Commerce di Indonesia

Jenis-jenis E-Commerce di Indonesia

Jenis-jenis E-Commerce di Indonesia – Untuk sebagian orang mungkin sudah mengenal aplikasi ecommerce atau toko online, bahkan sudah akrab dengan salah satu aplikasinya. Layanan toko online ini memiliki banyak keunggulan untuk mempermudah kebutuhan belanja pada saat pandemi covid-19.

Artikel ini di dukung oleh : https://juarampo.co/

Kehadiran layanan digital menjadikan setiap kegiatan transaksi baik itu promosi, pembelian, penjualan, dan pihak yang terlibat lainnya dapat melakukannya secara elektronik atau lebih terkenal dengan e-commerce. Melalui sistem e-commerce produsen dapat menawarkan produk atau jasanya tanpa bertemu secara langsung dengan konsumen. Begitupun dengan konsumen yang dapat memilih dan membeli produk tanpa melihatnya secara lagsung terlebih dahulu.

Pengertian e-commerce adalah Electronic Commerce atau transaksi jual beli produk baik jasa maupun barang melalui website berkat bantuan internet. Singkatnya pengertian e-commerce adalah gambaran segala transaksi jual beli atau komersial menggunakan internet. Untuk melakukannya tentu kalian butuh ponsel pintar, tablet, komputer atau laptop.

Banyaknya pelanggan yang hendak membeli barang melalui toko online karena mudah dan berbagai penawaran menarik untuk beberapa barang. Sering kali harganya pun lebih murah dari pada belanja offline. Bahkan penjual offline pun ikut meramaikan dan memasarkan barang dagangan mereka secara online. Saat ini masyarakat semakin banyak yang mengakses aplikasi e-commerce pada smartphone android dan iOS. Hal ini disebabkan karena kemudahan untuk mengakses dalam genggaman tangan dan sentuhan jari.

Jenis-jenis E-Commerce

Untuk memahami jenis-jenis e-commerce akan membantu kalian untuk dapat mengikuti tren bisnis serta memperluas usaha yang sedang kalian jalani, berikut ulasan mengenai e-commerce yang sudah terangkum dari berbagai sumber :

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : webbuilderscodex

1. Business to Consumer (B2C)

B2C atau Business to Consumers adalah jenis eCommerce yang mana satu perusahaan yang menjual produk barang atau jasa kepada pelanggan. Salah satu contohnya yaitu jika kalian membeli produk kosmetik dari salah satu brand tertentu.

2. Business to Business (B2B)

Business to Business atau B2B adalah yang mana suatu perusahaan yang menjual produk kepada perusahaan lainnya. Contohnya perusahaan yang menjual bahan pakaian untuk dijadikan pakaian oleh perusahaan lainnya.

3. Consumer to Consumer (C2c)

Consumer to Consumer (C2C) adalah saat antar pelanggan yang saling melakukan transaksi jual beli . Contohnya adalah penjual spare part atau aksesoris motor yang mana penjualnya sudah tidak memakainya dan pembelinya yang membutuhkan barang tersebut.

4. Consumer to Business (C2B)

Consumer to Business atau C2B adalah saat seorang pelanggan menjual produknya (barang atau jasa) kepada perusahaan. Contohnya endorse yang biasanya dilakukan artis atau selebgram yang mempromosikan suatu barang kepada pengikutnya.

5. Online to Offline (O2O)

Online to Offline (O2O) adalah saat produsen toko online melakukan pembelian pada toko offline. Selain itu, jenis O2O juga berhubungan dengan aktivitas pemesanan secara online dan melakukan pengambilan barang pada toko offline

Perkembangan E-Commerce di Indonesia

Setelah mengetahui apa itu e-commerce dan jenis-jenisnya, mungkin Anda bertanya-tanya sejak kapan e-commerce ini muncul dan berkembang pesat di Indonesia. Menurut pembina asosiasi e-commerce Indonesia, Daniel Tumiwa, Internet Service Provider atau ISP komersial hadir pertama kali di Indonesia pada 1994.

Kemudian perkembangan e-commerce di Indonesia mulai berjalan pesat sejak munculnya KasKus pada tahun 1999 dan salah satu aplikasi e-commerce Indonesia terbaik yaitu Tokopedia pada 2009 silam. Selain kedua platform tersebut, masih banyak lagi eCommerce Indonesia yang bermunculan hingga sekarang dan hampir semua aktif digunakan oleh pelanggan.

5 Aplikasi E-Commerce di Indonesia

1. Shopee

Shopee adalah salah satu contoh eCommerce di Indonesia yang bisa dengan mudah Anda akses melalui smartphone. Selain itu Shopee hadir dalam bentuk website dan aplikasi yang menyediakan berbagai macam produk mulai dari kebutuhan rumah, teknologi, otomotif, dan lain sebagainya. Berdasarkan data responden riset Populix untuk Bisnis, Shopee adalah platform eCommerce yang paling mereka minati.

2. Tokopedia

Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan aplikasi eCommerce Indonesia yang satu ini. Tokopedia adalah aplikasi jual beli milik PT. Dwitama yang didirikan pada 17 Agustus 2009. Hampir sama dengan Shopee, pilihan produk yang ada di dalam Tokopedia juga beragam. Menurut riset Populix, Tokopedia menduduki nomor dua dalam kategori paling diminati.

3. Lazada

Berbeda dengan Tokopedia, Lazada merupakan platform eCommerce yang merupakan pendirian Singapura pada tahun 2011 silam. Lazada mulai masuk dan bersaing dengan eCommerce di Indonesia sejak Maret 2012.

4. Bukalapak

Platform eCommerce yang satu ini didirikan sejak 2010 silam. Bukalapak berhasil meraih status Unicorn pada tahun 2017. Fitur dan produk yang disediakan tidak jauh berbeda dengan lainnya. Hingga saat ini Bukalapak berhasil menjadi wadah bagi jutaan pelapak.

5. Blibli

Bagian eCommerce Indonesia lainnya adalah Blibli. Didirikan sejak 2011, Blibli menduduki posisi keenam sebagai platform eCommerce yang paling diminati. Fokus bisnisnya adalah B2B, B2C, dan B2B2C.

Tips Memilih E-Commerce

Sebenarnya, aspek apa yang masyarakat Indonesia pertimbangkan dalam memilih e-commerce? Sebagai pebisnis tentunya poin ini tidak boleh terlewat. Karena dengan memilih ecommerce yang tepat, keuntungan juga semakin banyak Anda peroleh. Menurut data riset, alasan utama pemilihan ecommerce Indonesia menurut masyarakat adalah karena adanya promo diskon menarik. Sebanyak 40% dari responden laki-laki dan 30% dari responden perempuan menyetujui alasan tersebut. Sedangkan poin pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Promo ongkos kirim
  2. Kebiasaan menggunakan salah satu aplikasi eCommerce tertentu
  3. Kelengkapan produk
  4. Tampilan antarmuka layanan