Sejarah dan Fungsi Awal Headphone (Headset)

Sejarah dan Fungsi Awal Headphone (Headset)

Sejarah dan Fungsi Awal Headphone (Headset) – Pada era serba digital saat ini, banyak orang merasa tak bisa lepas dari smartphone. Untuk audio atau fungsi telepon lainnya, sebagian orang merasa lebih nyaman untuk menikmatinya tanpa mendekatkan gawai ke telinga dengan bantuan alat bernama headset. Seiring dengan perkembangan teknologi, fungsi headset pun ikut berkembang, makin nyaman dengan tingkat kejernihan dan kualitas suara yang makin baik, hingga fungsi soundproof yang makin mumpuni.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments

Mendengarkan audio atau bercakap-cakap telefon melalui earphone atau headphone terasa lebih privasi, tidak mengganggu orang lain, dan lebih aman. Tahukan anda headphone ini awalnya untuk keperluan perang dunia pertama.

Pada Perang Dunia I, militer Amerika mengetahui penemuan Nathaniel Baldwin dan memproduksi 100 headphone atau headset untuk pilot mereka demi mendukung kebutuhan perang. Penggunaan awal dan pasar untuk headset terutama untuk tujuan penerbangan. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan penyempurnaan headset, audio yang dihasilkan semakin jernih dan nyaman dipakai di telinga pengguna. Beberapa produsen ternama mulai berlomba-lomba mengusung desain dan fitur yang menarik untuk pengguna.

Sejarah

Penemu headset pertama kali pada tahun 1910 oleh Nathaniel Baldwin, mahasiswa Universitas Stanford.
Headset pertama kali berguna untuk pesawat telepon pada tahun 1970. Pada awal 2000, bersamaan dengan berkembangnya telepon selular, headset jenis nirkabel berbasis teknologi Bluetooth mulai populer. Perilisan model headphone pertama pada tahun 1880-an dengan desain yang tak biasa. Bentuknya seperti telepon yang terpotong menjadi dua bagian. Bagian pertama menjadi alat untuk berbicara, sementara bagian kedua pada kepala dan menempel ke telinga. Bobotnya saja mencapai sekitar 5 kilogram.
Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : webbuilderscodex
Perancangan headphone pertama oleh Ezra Gililand, rekan Thomas Edison yang berperan merancang switchboard telepon. Perubahan yang cukup besar terjadi pada tahun 1891 ketika insinyur Prancis Ernest Mercadier menciptakan sepasang headphone in-ear dengan desain yang mirip seperti earphone in-ear saat ini. Hanya saja, ukurannya masih lebih besar, namun jauh lebih kecil ketimbang headphone oleh operator telepon gunakan.
Saat itu perangkat tersebut dengan nama “bi-telephone”. Penciptanya juga menyarankan penguna untuk memakai penutup karet agar nyaman saat menggunakan headphone tersebut. Pada tahun 1910, headphone dengan desain yang lumrah saat ini oleh Nathaniel Baldwin. Ia menjual perangkat tersebut ke Angkatan Laut AS karena headphone itu dilengkapi dengan receiver yang lebih sensitif. Teknologi ini kini juga masih digunakan pada headphone over-ear.

Headphone untuk Mendengarkan Musik

Tahun 1958, John Koss memperkenalkan headphone Koss SP-3 yang mendukung teknologi stereo, yaitu reproduksi audio menggunakan lebih dari satu saluran suara. Headphone ini menggunakan bahan kaleng dan menjadi headphone pertama dengan meterial tersebut. Alih-alih untuk bertelepon, headphone ini secara khusus ditujukan Koss untuk mendengarkan musik.

Koss sendiri adalah penggemar berat musik jazz dan ia berambisi dapat merasakan kesenangannya mendengarkan musik dimanapun. Namun headphone rancangannya masih harus terhubung dengan kabel. Adapun headphone nirkabel mulai hadir tahun 1960. Penyebutan nirkabel karena headphone ini memiliki alat penerima (receiver) radio. Jadi, pengguna headphone saat itu bisa mendengarkan musik atau audio apapun dari radio. Meski desainnya portabel, perangkat ini masih berukuran besar.

Tahun 60 hingga 70-an, perkembangan headphone cukup pesat. Pada tahun tersebut, John Koss memperkenalkan headphone dengan ikat kepala yng lebih luas serta penutup telinga yang lebih besar, sehingga penggunanya bisa mendengarkan audio lebih jelas.